:: FORUM INFORMASI PERGURUAN TINGGI SMA NEGERI 1 BLITAR::

[[ DIMOHON UNTUK MENDAFTAR TERLEBIH DAHULU DI MENU PENDAFTARAN SEBELUM POSTING DI FORUM INI ]]

Contact Admin klik disini (085 692 603 043)
 
IndeksIndeks  CalendarCalendar  FAQFAQ  PencarianPencarian  AnggotaAnggota  GroupGroup  PendaftaranPendaftaran  LoginLogin  

Share | 
 

 Fakultas Teknik Universitas Indonesia

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
rizal.pahlevi



Jumlah posting : 18
Join date : 08.12.11

PostSubyek: Fakultas Teknik Universitas Indonesia   Sun Dec 18, 2011 5:09 pm

Makara FTUI:



Sejarah
Sejarah Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) berawal dari tawaran kaum muda Insinyur, yang tergabung dalam Perkumpulan Insinyur Indonesia (PII), kepada Presiden Republik Indonesia pertama Bung Karno, untuk membenahi jalan-jalan protokol di Jakarta yang rusak berat. Pada waktu itu Jakarta sedang mempersiapkan diri untuk Pekan Olah Raga Internasional GANEFO. Tawaran ini disambut dengan baik oleh Bung Karno. Jadilah kesempatan langka ini diberikan dan dengan syarat pekerjaan harus dapat diselesaikan dalam waktu dua minggu. Dipimpin oleh Ir. Slamet Bratanata, Ir. Roosseno, Ir. Sutami, Ir. Soehoed, tugas negara ini dapat selesai tepat pada waktunya.

Setelah tugas membenahi jalan-jalan protokol selesai, insinyur-insinyur muda yang mempunyai semangat baja ini merasa masih ada “sesuatu” lagi yang harus dikerjakan. Tapi apa? Maka muncullah kemudian ide cemerlang, “megapa tidak didirikan saja sebuah fakultas teknik di Jakarta sehingga orang tidak perlu jauh-jauh ke Bandung untuk menuntut ilmu”.

Pada waktu diadakan acara menari lenso di Gedung Pembangunan (dahulu namanya Gedung Pola) untuk menghormati tamu-tamu kehormatan Ganefo, kesempatan yang baik itu tidak disiasiakan untuk menyampaikan ide tersebut kepada Bung Karno. Beliau mengatakan “datang saja besok ke Istana” dan benar saja ketika keesokan harinya menghadap Bung Karno di Istana, Bung Karno tanpa ragu-ragu menyatakan persetuannya dan bahkan langsung pada waktu itu juga menunjuk Prof. Ir. Roosseno sebagai Dekan pertama Fakultas Teknik. Bung Karno juga menginstruksikan agar Fakultas Teknik ini berada dibawah naungan Universitas Indonesia, dimana Rektornya pada waktu itu adalah dr. Syarief Thayeb.

FTUI Resmi Berdiri
dr. Syarief Thayeb ketika sudah menjabat Menteri Pendidikan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) menerbitkan Surat Keputusan Nomor 76 tanggal 17 Juli 1964 tentang dibentuknya Fakultas Teknik. Berdirilah Fakultas Teknik secara resmi di Jakarta tanpa upacara peresmian ataupun selamatan, dibawah kibaran bendera Universitas Indonesia, jadilah Fakultas Teknik, Fakultas yang termuda.

Dari sinilah bermula sejarah Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Jurusan Sipil, Jurusan Mesin dan Jurusan Elektro dibuka pada tahap pertama. Masing-masing diketuai oleh Ir. Sutami untuk Jurusan Sipil, Ir. Ahmad Sayuti untuk Ketua Jurusan Mesin dan Ir. K. Hadinoto untuk Ketua Jurusan Elektro. Tahun berikutnya dibuka Jurusan Metalurgi dan Jurusan Arsitektur, dengan ketuanya masing-masing Dr. Ing. Purnomosidhi H dan Ir. Sunaryo S. Ir. Roosseno selaku Dekan pertama dibantu oleh Ir. Sutami selaku Pembantu Dekan Bidang Akademis, Ir. Slamet Bratanata selaku Pembantu Dekan Bidang Administrasi dan Keuangan serta Dr. Ing. Purnonosidhi H selaku Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni.

Awal kegiatan akademis FTUI 1964 didukung oleh 30 tenaga dosen serta 11 tenaga non-akademis menyelenggarakan 32 mata ajaran.

Mahasiswa tahun pertama yang mendaftar cukup mengejutkan yakni 203 orang mahasiswa pria dan wanita 199 orang diantaranya lulus test dan diterima menjadi mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia yang pertama. Dalam jangka waktu lima setengah tahun, FTUI berhasil mewisuda 18 orang lulusan pertama sebagai Sarjana S1.

Selanjunya pada tahun 1985, program studi Teknik Gas dari jurusan Metalurgi digabung dengan program studi Teknik Kimia dari jurusan Mesin menjadi jurusan Teknik Gas & Petrokimia dengan ketua jurusan Dr. Ir. H. Rachmantio. Jurusan Teknik Industri merupakan yang termuda, dibuka tahun 1999 dengan ketua jurusan Ir. M. Dachyar, MSc.



Departemen dan Program Studi di FTUI Saat Ini
FTUI terdiri atas tujuh departemen sebagai pengelola sumber daya akademik yang membawahi dua belas program studi sebagai kesatuan rencana belajar berdasarkan suatu kurikulum teknik:
Departemen Teknik Sipil: Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Teknik Lingkungan
Departemen Teknik Mesin : Program Studi Teknik Mesin dan Program Studi Teknik Perkapalan
DepartemenTeknik Elektro : Program Studi Teknik Elektro dan Program Studi Teknik Komputer
Departemen Teknik Metalurgi dan Material : Program Studi Teknik Metalurgi dan Material
Departemen Arsitektur: Program Studi Arsitektur dan Program Studi Arsitektur Interior
DepartemenTeknik Kimia : Program Studi Teknik Kimia dan Program Studi Teknologi Bioproses
Departemen Teknik Industri : Program Studi Teknik Industri

Selamat datang, Calon Singa-Singa Muda Teknik !
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
rizal.pahlevi



Jumlah posting : 18
Join date : 08.12.11

PostSubyek: Re: Fakultas Teknik Universitas Indonesia   Sun Dec 18, 2011 5:51 pm

Departemen Teknik Industri


Program Studi Teknik Industri dibentuk pada pertengahan tahun 1970an sebagai suatu program studi tambahan di lingkungan Jurusan Teknik Mesin FTUI, mengingat pada masa itu terdapat kebutuhan di masyarakat akan seorang ahli teknik mesin “spesial” yang memiliki kemampuan seperti seorang ahli teknik industri dewasa ini. Pada pertengahan tahun 1998 berdasarkan Surat Keputusan Ditjen Dikti no. 207/DIKTI/ Kep/1998, 30 Juni 1998, Program Studi Teknik Industri dipindahkan pengelolaannya dibawah Jurusan Teknik Industri yang baru, sehingga memberikan otonomi yang lebih luas dalam mengintegrasikan keilmuan teknik industri ke dalam program studi ini.

Memasuki windu ke-2 sejak didirikan sebagai Departemen, Teknik Industri telah menunjukkan berbagai macam prestasi baik secara organisasi, aktivitas mahasiswa, maupun lulusannya. Hal yang paling menggembirakan adalah semakin tingginya akseptabilitas dari industri dan masyarakat terhadap lulusan teknik Industri. Hingga saat ini, lulusan Teknik Industri FTUI telah tersebar di berbagai industri jasa dan industri manufaktur, pemerintah maupun swasta. Industri jasa yang dimaksud mencakup lembaga keuangan, jasa konsultasi, jasa teknologi informasi, pelayanan masyarakat dan lain sebagainya. Sedangkan di Industri manufaktur telah mencakup bidang manajemen produksi, sumber daya manusia, pemeliharaan, logistik, inventori dan lain sebagainya.
Untuk mewujudkan Visi Universitas Indonesia untuk diakui sebagai Universitas Riset yang Merupakan Pusat Unggulan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Budaya, Departemen Teknik Industri telah menyusun Visi Pendukung visi universitas ini, yaitu
Menjadi institusi pendidikan yang bereputasi baik dalam menghasilkan lulusan dan penelitian Teknik Industri yang bermutu serta bermanfaat bagi industri Indonesia.

Visi ini akan diwujudkan melalui misi,
mewujudkan kecintaan pada bidang keilmuan Teknik Industri dengan menumbuhkan healthy academic atmosphere yang dapat memfasilitasi kegiatan akademik yang terbaik bagi dosen dan mahasiswa
Lulusan sarjana Teknik Industri UI yang diarahkan untuk memiliki kemampuan pemecahan masalah yang kuat dan sistemik dengan pendekatan multi-disiplin tentunya dalam kerangka keilmuan teknik industri. Keilmuan teknik industri sendiri merupakan keilmuan teknik yang unik karena telah mengandung pendekatan multi-disiplin dalam pendefinisian keilmuannya. Walaupun respons pengguna lulusan kami sangat menggembirakan, tentunya untuk menjaga kepercayaan masyarakat industri, perlu secara terus-menerus mengintegrasikan perkembangan terbaru keilmuan Teknik Industri sehingga secara rutin pula akan kami evaluasi dan sesuaikan.

Teknik industri berfokus kepada perancangan, peningkatan dan instalasi dari sistem terintegrasi yang terdiri atas manusia, material, peralatan dan energi untuk menspesifikasikan, memprediksi dan mengevaluasi hasil yang diperoleh dari sebuah sistem terintegrasi, oleh karena itu dibutuhkan pengetahuan dan keahlian dalam bidang matematika, fisika dan ilmu-ilmu sosial serta prinsip dan metodologi teknik/rekayasa.

Fasilitas Departemen

1. Gedung Departemen Teknik Industri
Gedung departemen teknik industri terbagi menjadi 2 bagian, Gedung Administrasi 2 lantai dan Gedung Laboratorium 5 lantai yang dilengkapi dengan lift. Kode ruang pada Gedung Administrasi adalah A-[Tingkat Lantai][2 digit nomor ruangan], contoh A-101, A-201, sedangkan untuk Gedung Lab adalah L-[Tingkat Lantai][2 digit nomor ruangan].
Di lantai 5 Gedung Laboratorium inilah terdapat Auditorium Utama Teknik Industri. Sedangkan pada lantai 2 Gedung Administrasi akan didedikasikan untuk ruang diskusi yang dapat dipinjam oleh mahasiswa, ruang sentral komputer serta ruang alumni TIUI.

2. Internet
Seluruh ruangan pada gedung akademis maupun gedung laboratorium telah terpasang jaringan internet dan intranet, baik secara fisik maupun wireless. Hingga bulan Mei 2008 total bandwidth UI telah mencapai 40 Mbps, dan jaringan Riset Perguruan Tinggi Indonesia (INHERENT) mencapai 3×155 Mbps.

3. Pusat Komputer Departemen (IE Computer Center) – Lt 4 Gedung Lab
Di ruangan ini terdapat 60 komputer yang terkoneksi ke internet dan secara lebih dari 10 jam sehari dapat dipergunakan oleh mahasiswa secara bebas. Penggunaan IECC juga diprioritaskan bagi pelaksanaan praktikum perkuliahan yang membutuhkannya.

4. Ruang Baca – Lt 4 Gedung Lab
Terdapat ruang baca yang menyimpan koleksi buku baik miliki departemen atau milik staf pengajar yang diperbolehkan untuk dibaca oleh mahasiswa dan dikelola oleh departemen

5. Student Center (Undergraduate – Lt 1, Post-Graduate – Lt4 Gedung Lab)
Merupakan Pusat Kegiatan Mahasiswa untuk mahasiswa S1 maupun Pasca Sarjana

6. Laboratorium
Direncanakan akan terdapat 7 laboratorium di Departemen Teknik Industri dan setiap lab memiliki ruangan yang terdedikasi untuk aktivitas lab tersebut.
a. Laboratorium Manajemen Sistem Informasi dan Pendukung Keputusan
b. Laboratorium Faktor Manusia (didalamnya terdapat Ergonomic Center)
c. Laboratorium Rekayasa, Pemodelan dan Simulasi Sistem
d. Laboratorium Sistem Produksi dan Operasi
e. Laboratorium Statistik dan Reliabilitas(Rencana)
f. Laboratorium Desain Produk dan Proses (Rencana)


Beberapa FAQ tentang Departemen Teknik Industri, kami sajikan berikut ini.

1. Apakah perbedaan mahasiswa TI dengan mahasiswa jurusan lainnya?
Mahasiswa TI memiliki pola berpikir sistem yang melihat permasalahan secara multi disiplin dan multi dimensi. Misalnya seorang mahasiswa TI dihadapkan pada masalah peningkatan efisiensi sistem produksi maka ia harus mempertimbangkan semua sub-sistem seperti pemeliharaan, penjadwalan, operator, informasi, dsb, dan mempertimbangkan pola keterkaitannya dalam memecahkan masalah itu. Bidang ilmu teknik lainnya akan berusaha memecahkan masalah yang sama dengan hanya mempertimbangkan bidang kerjanya saja, sebagai contoh seorang ahli mesin akan terfokus pada efisiensi mesin-mesin produksi saja. Ahli elektro akan mempertimbangkan dari efisiensi dari pemakaian energi listrik saja.

2. Sistem akademis bagaimanakah yang diterapkan di TI?
Ada dua pendekatan utama dalam pendidikan tinggi, yaitu process-based dan output-based. Output-based berarti proses evaluasi hanya berdasarkan kepada waktu-waktu tertentu seperti mid-test dan final-test, dimana hanya ada dua kemungkinan lolos atau tidak lolos. Jika seorang mahasiswa sakit ketika mengikuti salah satu ujian tersebut, maka kemungkinan lolosnya semakin kecil. Sesuai dengan bidang keilmuan TI, maka kami memilih konsep process-based dengan asumsi suatu proses yang baik pasti akan menghasilkan produk yang baik. Proses ini terukur berdasarkan atas tugas-tugas yang diberikan, dan perlu pula diingat bahwa di dunia kerja jarang terjadi ujian, yang ada hanyalah tugas.

3. Secara sederhana dan singkat, apakah yang kita pelajari di TI?
Ahli TI dikenal dengan berbagai macam julukan, salah satunya yaitu “pakar efisiensi dan produktivitas” (efficiency expert/productivity expert), dimana ahli TI diminta untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dari suatu sistem industri jasa maupun manufaktur, apakah itu pabrik, supermarket, Rumah Sakit, perbankan, dsb.
Ini bisa dilakukan apabila seorang ahli TI mempertimbangkan semua sub-sistem yang berpengaruh , untuk itu anda diajarkan masing-masing sub-sistem ini, dan bagaimana mengintegrasinya. Seperti sub sistem keuangan, sub-sistem pemeliharaan, sub-sistem manusia (APK, SDM, Psikologi Industri), dll. Secara singkat: Systems Solution Engineers.

4. Benarkah bahwa ilmu TI tidak berbeda dengan manajemen?
Manajemen memiliki arti yang sangat luas, berdasarkan definisinya “mengatur melalui orang lain”, maka akan sangat sulit mengatakan bahwa keilmuan TI tidak mengandung unsur manajemen. Efektivitas sistem manajemen akan pula dilihat dari seberapa luas pertimbangan-pertimbangan yang diambil dalam pengambilan keputusan, keilmuan TI mewajibkan untuk mempertimbangkan semua faktor, seperti faktor teknis, keuangan, manusia, material, dan energi.
Keterangan lebih lanjut, klik http://ie.ui.ac.id/
Sumber

Departemen Teknik Kimia


Departemen Teknik Kimia Universitas Indonesia (DTK UI) merupakan salah satu departemen di lingkungan Fakultas Teknik Universitas Indonesia dengan dua program studi yakni Teknik Kimia dan Teknologi Bioproses. Saat ini, DTK UI menyelenggarakan pendidikan untuk program pendidikan S1 (Reguler, Ekstensi, dan Kelas Internasional), S2, dan S3. Berdirinya Departemen Teknik Kimia berawal dari Program Studi Teknik Gas (PSTG) yang lahir pada tahun 1981 di Departemen Metalurgi atas permintaan PERTAMINA berkenaan dengan kebutuhan nasional akan sarjana teknik yang mampu dan siap untuk menangani proses pencairan gas bumi.

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI (Dirjen DIKTI – DEPDIKBUD) secara resmi menetapkan Jurusan TGP FTUI sebagai Program Studi Teknik Kimia atau PSTK UI pada tahun 1996. Dengan mengingat program studi yang ada di Departemen TGP adalah program studi teknik kimia dan saran beberapa alumni TGP yang merasakan beberapa kendala yang dihadapi saat memasuki beberapa bidang lapangan kerja, maka sejak 31 Juli 2006, berdasarkan SK Rektor Universitas Indonesia, Departemen Teknik Gas dan Petrokimia resmi berubah menjadi Departemen Teknik Kimia.

Perkembangan ilmu dan teknologi di tingkat global tidak terlepas dari pantauan dan pengamatan para civitas akademika di DTK-UI, salah satunya adalah bidang Teknologi Bioproses. Teknologi Bioproses merupakan salah satu bidang yang erat kaitannya dengan Teknik Kimia. Di tingkat global, teknologi bioproses ini telah lama menjadi perhatian yang serius, terutama di negara-negara maju seperti Amerika, Jepang, Singapura bahkan Malaysia.. Akan tetapi di tingkat nasional, hal ini belum menjadi perhatian yang serius. Melihat hal ini, DTK UI mendorong pihak Universitas Indonesia yang memiliki visi Toward Research University untuk membuka program studi baru di DTK UI yaitu Program Studi Teknologi Bioproses.

Ilmu dasar yang dipelajari dalam menempuh pendidikan di Teknik Kimia dan Teknologi Bioproses ini antara lain, Neraca Massa dan Energi, Perpindahan Panas, Perpindahan Massa, Teknik Reaksi Kimia/Rekayasa Hayati, Mekanika Fluida, Termodinamika, Ilmu Bahan & Korosi, Bioproses. Keseluruhan ilmu itu merupakan bagian dari ilmu fisika, matematika, kimia, dan biologi.

Departemen Teknik Kimia (DTK) dengan dua program studi yakni Teknik Kimia dan Teknologi Bioproses, sebagai salah satu departemen dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia telah mengambil bagian dalam upaya pengembangan di bidang energi, bahan, dan desain produk. DTK, dengan cetak biru risetnya: “SUSTAINABLE CHEMICAL AND BIO ENGINEERING FOR ENERGY AND PRODUCT DEVELOPMENT”, telah mengembangkan empat macam grup riset yang masing-masing memiliki target dan tujuan seperti cetak biru riset. Keempat riset grup tersebut adalah Rekayasa Proses dan Konversi Produk Alam (RPKA), Energi Berkelanjutan (EB), Teknologi Industri Bioproses (TIB), dan Intensifikasi Proses (IP). Aktivitas riset yang dilakukan di DTK telah mendapat banyak bantuan dari pemerintah terutama berupa program bantuan riset, seperti: RUT, RUK, RUTI, Hibah Bersaing, RUUI, Hibah Strategis Nasional, Riset Unggulan Strategis Nasional, dll. Pada periode riset 2009, total dana riset yang diterima oleh DTK mencapai Rp. 6.000.000.000 (sekitar $ 600,000). Saat ini, DTK UI telah mendapatkan akreditasi nilai A oleh BAN (Badan Akreditasi Nasional) dan menjadi salah satu jurusan yang mendapatkan akreditasi dari AUN (Asian University Network)

Alumni lulusan dari Departemen Teknik Kimia ini dapat masuk ke berbagai jenis dunia kerja, misalnya industri oil dan gas (process engineer, safety engineer, drilling engineer), industri petrokimia, industri polimer, industri makanan & minuman, industri obat-obatan, industri semen, industri energi panas bumi, industri pertambangan logam/batubara, industri bioproses, konsultan, banking, dan dosen pengajar.
Sumber

Departemen Teknik Elektro

Departemen Teknik Elektro terdiri dari jurusan Teknik Elektro dan jurusan Teknik Komputer. Untuk jurusan Teknik Elektro, pada semester 6 nanti akan dibagi menjadi empat peminatan, yaitu tenaga listrik, telekomunikasi, kendali, dan elektronika. Berikut ini adalah deskripsi umumnya.

1. Tenaga Listrik
Peminatan ini akan mempelajari bagaimana skema pembangkitan, transmisi, penyaluran, dan pemakaian energi listrik hingga ke tangan konsumen. Prospek kerja yang sesuai yaitu di PLN, Chevron (bagian pembangkitan listrik), Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral, dan Perusahaan Energi -Kelistrikan lainnya.

2. Telekomunikasi
Peminatan ini akan mempelajari bagaimana menyampaikan data dan informasi dengan baik (tanpa adanya noise, redaman, distorsi, dsb) dari pengirim hingga sampai ke tangan penerima. Prospek kerja yang sesuai yaitu di Telkom, Indosat, Huaweii, XL, Esia, Nokia Siemens, Ericsson, dan perusahaan telekomunikasi lainnya.

3. Kendali
Peminatan ini akan mempelajari bagaimana melakukan pengontrolan (pengendalian) pada suatu sistem atau alat dari jarak jauh (pengcodingan sangat berperan). Peminatan ini hampir selalu dibutuhkan oleh setiap perusahaan karena harus adanya kontrol (jarak jauh) pada setiap sistem sebuah teknologi. (hampir di setiap perusahaan teknologi).

4. Elektronika
Peminatan ini akan mempelajari bagaimana membuat, merakit, menganalisis komponen-komponen elektronika yang dibutuhkan oleh suatu peralatan elektronik. Prospek kerja yang sesuai yaitu di Motorola, Omron, IBM (bagian manufacturing komponen), serta perusahaan yang bergerak dalam pembuatan, perakitan, dan perbaikan komponen-komponen listrik.

Untuk jurusan Teknik Komputer, mahasiswa dapat memilih 3 peminatan sesuai dengan bakat dan kemampuannya, yakni :
1. Embedded System
Peminatan bagi mahasiswa yang ingin mendalami pengetahuannya di dunia IC (berkenaan dengan otak. mulai otak komputer, otak robot, otak kalkulator) Jadi, mahasiswa harus memahami banget yang namanya mata kuliah microprossesor dan microcontroler, bahasa pemrograman (utamanya bahasa mesin), dan algoritma.

2. Networking
Peminatan bagi mahasiswa yang suka dengan dunia jaringan, mulai dari LAN, WAN, pengetahuan tentang router dan backbone, dll yang berhubungan dengan dunia jaringan. Mahasiswa yang ingin mendalami peminatan ini harus memahami mata kuliah yang berhubungan dengan jaringan komputer, seperti dasar komputer, dasar jaringan komputer, dll.

3. Multimedia
Peminatan bagi mahasiswa yang suka dengan dunia multimedia, seperti 3 G, Video Streaming dan dll . Pokoknya harus kreatif nih mahasiswa yang mengambil peminatan ini.
Adapun fasilitas di Departemen Teknik Elektro UI adalah sebagai berikut.
1.) Laboratorium, antara lain :
  • Laboratorium Tegangan Tinggi dan Pengukuran Listrik
  • Laboratorium Konversi Energi
  • Laboratorium Sistem Tenaga Listrik
  • Laboratorium Elektronika
  • Laboratorium Teknik Kendali
  • Laboratorium Digital
  • Laboratorium Telekomunikasi
  • Laboratorium Jaringan

2) Student Corner

3) Ruang Multimedia

4) Mushala

5) Lapangan Olah raga

Prestasi rekan-rekan Departemen Teknik Elektro dalam dua tahun terakhir pun cukup membanggakan, diantaranya :
  • Juara 2 Regional 2 tim TRUI
  • Juara 2 KRCI Divisi Robot Berkaki Regional 2
  • Juara 2 KRCI Divisi Robot Beroda Regional 2
  • Juara Harapan KRCI Expert Battle Regional 2
  • Imagine Cup 2010 (Polandia). Karya: Child Healthy-rancangan untuk tahun 2020.
  • Gemastik 2009. Karya: Game Edukasi, Perjalanan ke Negri Majapahit.
  • Imagine Cup 2009 karya: tentang pemantauan pengobatan untuk penderita TBC ; dan Catur Apriono E’05 karya : tentang melacak ikan di laut.

Sumber

Departemen Teknik Arsitektur

Berdiri sejak tahun 1965. Arsitektur FTUI berakreditasi A. Merupakan satu-satunya di Indonesia yang memberi gelar S.Ars pada lulusan program studi arsitektur.
Dibagi menjadi dua jurusan :
1. Arsitektur
Mempelajari tentang Perancangan Arsitektur, Perumahan dan Permukiman Kota, Perancangan Kota, Real Estate, Teori dan Sejarah Arsitektur serta Teknologi Bangunan.

2. Arsitektur Interior
Kurikulum penciptaan ruang dalam dan penciptaan perangkat ruang dalam.

Pada tahun pertama, mahasiswa arsitektur FTUI tidak langsung belajar Perancangan Arsitektur, akan tetapi memperdalam mengenai seni dan teknik komunikasi arsitektur terlebih dahulu sehingga diharapkan mahasiswa-mahasiswi arsitektur FTUI memiliki kepekaan terhadap seni dan lingkungan serta kemampuan komunikasi yang baik yang menunjang kehidupan di dunia kerja nanti.

Laboratorium yang ada di Departemen Arsitektur :
1. Laboratorium Fisika Bangunan
2. Laboratorium Dwi-Matra dan Komputer
3. Laboratorium Tri-matra
4. Laboratorium Fotografi

Mahasiswa arsitektur memiliki Ikatan Mahasiswa Arsitektur (IMA) dengan program kerja unggulannya adalah Open House Arsitektur UI yang telah rutin diselenggarakan. Terdapat Kelompok Minat Fotografi dan Kelompok Minat Sketsa sebagai penyalur kreativitas mahasiswa. IMA ikut berperan dalam mendorong mahasiswa untuk mempresentasikan dan memamerkan karya studionya di berbagai acara.

Lulusan Program Studi S1 Arsitektur FTUI adalah sarjana arsitektur dengan kualifikasi pra-profesional sehingga dapat langsung magang di dunia praktisi atau melanjutkan ke Program Profesi (Arsitek). Untuk mendapatkan sertifikasi profesional, lulusan harus magang dan melalui proses kualifikasi oleh Asosiasi Profesi Ikatan Arsitek Indonesia (IAI).

Bidang kerja yang dapat ditekuni setelah menjadi lulusan program studi Arsitektur dan Arsitektur Interior antara lain :
Arsitektur : arsitek,perancang interior dan pengawas pelaksanaan pembangunan konstruksi , asesor untuk studi kelayakan proyek, pengelola bangunan dan lingkungan, bekerja di industri bahan dan elemen bangunan, serta bekerja di sektor pemerintah dalam urusan tata-bangunan, pembangunan gedung.

Arsitektur Interior : arsitek interior dalam perancangan interior bangunan perumahan, bangunan komersial, rumah sakit dan juga interior bangunan umum lainnya. Dapat pula bekerja sebagai design principal pada konsultan interior, corporate designer atau perancang setting film, TV, teater serta pengajar dan kritikus.
Quote :
Yang penting kita menikmati kegiatannya, memahami prioritasnya, dan bertindak efisien terhadap waktu. Karena kebiasaan itu telah saya latih sejak kuliah, saya tidak mengalami masalah ketika harus melakukan sesuatu secara bersamaan di dunia kerja, dimana pekerjaan menuntut kita mampu menangani banyak persoalan sekaligus.”
A. Noerzaman, Arsitektur ’81, Direktur Arkonin
Sumber

Departemen Teknik Metalurgi dan Material

Dengan meningkatnya perkembangan teknologi pada industri yang berbasis material, perlu adanya perbaikan kurikulum pendidikan teknik metalurgi dan material. Perbaikan ini mengacu kepada fakta bahwa aplikasi material tidak lagi didominasi oleh logam saja. Material lain seperti keramik, polimer dan komposit dewasa ini telah menjadi material alternatif dan diperkirakan akan berkembang pada Industri material masa depan. Oleh karena itu Departemen Metalurgi di Fakultas Teknik – Universitas Indonesia, mengembangkan kurikulum Program Studi Teknik Metalurgi ke bidang teknik material. Hal ini dimaksudkan untuk menghasilkan sarjana teknik metalurgi dan material yang memiliki kemampuan untuk mengembangkan teknologi proses metalurgi dan material yang dibutuhkan oleh industri manufaktur. Dengan pendidikan teknik metalurgi dan material ini memungkinkan para mahasiswa untuk mengembangkan dirinya dalam tiga konsentrasi yaitu: Teknik Metalurgi, Teknik Keramik, dan Teknik Polimer.

Pengembangan ini dituangkan dalam perbaikan kurikulum pendidikan yang dalam memenuhi muatan ketiga konsentrasi tersebut mengacu pada ABET 2000 ( Accreditation Board for Engineering Technology). Penerapan kurikulum ini akan dilakukan secara bertahap, dan pada saat ini , sesuai dengan sumber daya manusia yang ada, Departemen Metalurgi dan Material baru menjalankan konsentrasi Teknik Metalurgi dan Polimer, sedangkan Konsentrasi Keramik akan dilaksanakana sejalan dengan perkembangan Sumber Daya Manusia di departemen ini, sehingga diharapkan ketiga konsentrasi ini akan berjalan sepenuhnya diakhir evaluasi kurikulum 2004 ini.

Sejarah
Departemen Metalurgi dan Material (d/h Jususan Metalurgi) – Universitas Indonesia didirikan pada tahun 1965 sebagai salah satu program studi di Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Universitas Indonesia adalah satu-satunya perguruan tinggi yang menawarkan program studi ini sampai sekarang. Ketua Departemen pertama kali adalah Dr. Ing. Poernomosidhi Hadjisaroso Kegiatan akademik pertama kali hanya diikuti oleh 25 mahasiswa. Pada tahun 1969 karena terbatasnya tenaga pengajar dibidang metalurgi dan juga kurangnya fasilitas laboratorium, Departemen metalurgi untuk sementara tidak menerima mahasiswa baru . Pada tahun 1975, Fakultas Teknik kembali membuka program studi Teknik Metalurgi dengan menerima kurang lebih 40 mahasiswa baru, dan pada tahun itu pula Departemen ini menghasilkan 7 orang Sarjana, sedangkan sisanya sebanyak 7 orang, menyelesaikan studinya di Jurusan Tambang –ITB. Sampai saat ini Departemen Teknik Metalurgi dan Material menerima mahasiswa baru sampai 100 mahasiswa baru per-tahunnya. Lulusan sarjana teknik metalurgi dan material dapat bekerja di sektor swasta seperti industri otomotif, industri minyak dan gas dan industri logam, serta di sektor pemerintahan seperti Departemen Perindustrian dan Pertambangan, BPPT, BATAN, dan LIPI.

Visi dan Misi
Memasuki era globalisasi, setiap institusi termasuk Departemen Metalurgi dan Material harus meningkatkan kualitas secara keseluruhan. Pengetahuan dan kemampuan profesional dan lainnya diperlukan untuk menghadapi tantangan dari luar. Sejalan dengan misi Univesitas Indonesia untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dengan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, sosial dan budaya menuju masyarakat yang beriman, cerdas, inovatif, kompeten, stabil, mandiri dan bertanggung jawab.

Visi Departemen Metalurgi dan Material adalah sebagai pusat unggulan kegiatan pendidikan dan penelitian di bidang teknik metalurgi dan material.

Misi Departemen Metalurgi dan Material adalah menghasilkan lulusan berkualitas tinggi dengan dasar akademik yang kuat, berkemampuan komprehensif dalam teknologi proses dan enjiniring material serta mampu berperan aktif dan dinamis dalam komunitas nasional, regional maupun internasional.

Prospek Kerja Lulusan Teknik Metalurgi dan Material
  • Bidang Industri Pertambangan (PT. Freeport Indonesia, PT. Aneka Tambang, PT. Timah, PT. Newmont Nusa Tenggara, industri semen, pengolahan mineral bahan keramik dan bahan refraktori)
  • Bidang Industri Ekstraksi Dan Peleburan Logam (PT. INCO, PT. Aneka Tambang, PT. Timah, PT. Inalum, PT. Krakatau Steel, industri pengolah emas-perak, dll)
  • Bidang Industri Manufaktur (industri pengecoran logam, industri otomotif, pesawat terbang, kereta api, perkapalan, industri pembuatan mesin dan komponen)
  • Bidang Industri Perminyakan Dan Gas (pada bidang ini, lulusan Teknik Metalurgi dan Material dapat menduduki posisi sebagai corrosion engineers, pipeline risk & assessment, dan metallurgical failure analyst)
  • Bidang Lembaga Penelitian, Akademisi, dan Pemerintahan
  • Dan Bidang Lain (Mikroelektronik, konsultan, Bidang Kesehatan, dan Bidang Pembangkit Energi Listrik)


Testimoni Lulusan Teknik Metalurgi dan Material

Berikut beberapa testimoni lulusan Teknik Metalurgi dan Material.

“Jurusan metalurgi membantu saya untuk memahami karakteristik material yang lebih baik. Hal ini memberikan keuntungan yang sangat berharga karena lingkup kerja saya melibatkan kualitas, produktivitas, dan efisiensi material. Di dunia profesional, baik soft skill dan berpikir logis adalah suatu keharusan, tapi dasar metalurgi memberi saya sudut pandang tertentu yang tidak dimiliki oleh jurusan lain”
Andika Pria Hutama, lulus tahun 2005, sekarang bekerja di PT. Astra Honda Motor; Die Casting Section Head

“Baja masih menjadi material yang paling banyak digunakan dalam industri migas. Kondisi ini membuat keuntungan bagi para lulusan Metalurgi dan Material untuk terlibat di dalamnya. Sebagai salah satu lulusan yang bekerja di industri migas, pengetahuan metalurgi dan material yang diberikan dalam DTMM FTUI menjadi inti untuk mendukung peran saya di lapangan dan kantor”
Erika Lirachandra, lulus tahun 2006, sekarang bekerja di ExxonMobil Oil Indonesia; Corrosion Engineer

“Untuk pemula seperti saya, bekerja di salah satu perusahaan polimer resin terbesar di Indonesia,. Benar-benar menjadi sebuah tantangan. Tetapi dengan pemahaman mengenai bahan polimer termasuk sifat, perilaku, pemrosesan, dan juga cara berpikir, saya dapat percaya diri dalam pemecahan masalah, penyesuaian pengaturan proses dan pengembangan produk baru dengan pelanggan.”
Pandu Lanang Kinasih, lulus tahun 2007, sekarang bekerja di PT. Tri Polyta Indonesia Tbk: Tech. Service
Sumber

Departemen Teknik Sipil

Pada tahun 1964, Universitas Indonesia sebagai universitas negeri, membuka program studi teknik sipil sebagai bagian dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Pendirian tersebut dirujuk ke Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan nomor 76/1964, tanggal 17 Juli 1964.

Sejak tahun 2006, Departemen Teknik Sipil FTUI mengelola dua program studi yaitu Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Teknik Lingkungan. Dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), pada tahun 2004 program Studi Teknik Sipil memperoleh peringkat A. Pada akhir tahun 2008, Departemen Teknik Sipil memperoleh Akreditasi Internasional dari ASEAN University Network Quality Assurance (AUN-QA).

Beberapa program pendidikan di Departemen Teknik Sipil adalah sebagai berikut :

1. Program Sarjana
Ada beberapa pilihan untuk Program Sarjana di Departemen Teknik Sipil Universitas Indonesia.
  • Kelas Reguler, 144 sks dalam jangka waktu 8 semester. Lulusannya diberi gelar Sarjana Teknik (ST).
  • Kelas Ekstensi, program ini adalah untuk siswa yang telah memiliki pengetahuan dasar-dasar teknik dari lembaga terakreditasi eduacation lebih tinggi dengan sks minimal 110 (Diploma-3). Program ini membawa 64 kredit selama 6 semester. Lulusannya diberi gelar Sarjana Teknik (ST).
  • Kelas Internasional, program ini dirancang dengan 76 sks di Universitas Indonesia dan 68 sks di Queensland University of Technology (QUT), Australia. Setelah 4 semester di UI dan 4 semester lagi di QUT, para lulusan akan diberikan gelar ganda ST dan B. Eng.


2. Program Pasca Sarjana
Departemen Teknik Sipil Universitas Indonesia membuka Program Pasca Sarjana Master dan Doktor.
  • Master
    Total sks dari 40-42 dengan masa studi 4 semester. Para lulusan akan diberi gelar MT (Magister Teknik) dengan spesialisasi dalam:
    * Struktur
    * Manajemen Konstruksi
    * Transportasi
    * Pengelolaan Sumber Daya Air
    * Manajemen Proyek
    * Geoteknik
    * Teknik Lingkungan
  • Doktor
    48 sks untuk jangka waktu 6 semester, dengan judul yang diberikan untuk lulusan adalah Dr (Doktor) untuk spesialisasi dalam:
    * Struktur
    * Manajemen Konstruksi
    * Transportasi
    * Pengelolaan Sumber Daya Air
    * Manajemen Proyek
    * Geoteknik

Pekerjaan yang memerlukan keahlian teknik sipil dan teknik lingkungan bervariasi seperti: jembatan, bangunan dan struktur, pembangkit tenaga listrik, pelabuhan dan saluran pelayaran, jaringan perpipaan, jalan raya, bandar udara, sistem transportasi, bendungan, drainase, sistem pengelolaan limbah padat dan cair dan masih banyak lagi. Ada lima mata kuliah pilihan dalam Program Studi Teknik Sipil, yaitu: Struktur, Manajemen Sumber Daya Air, Transportasi, Manajemen Konstruksi, dan Geoteknik.

Beberapa fasilitas yang disediakan Departemen teknik Sipil antara lain
1. Ruang Kelas

2. Laboratorium
Departemen Teknik Sipil mengelola beberapa laboratorium yaitu:
  • Laboratorium Bahan
  • Laboratorium Mekanika Tanah
  • Laboratorium Hidrolik, Hidrologi dan Sungai
  • Laboratorium Mekanika Struktur
  • Laboratorium Teknik Lingkungan
  • Laboratorium Survei
  • Laboratorium Transportasi


3. Perpustakaan

4. Studio Gambar

5. Ruang Himpunan Mahasiswa

Kegiatan kemahasiswaan didukung dengan adanya Ikatan Mahasiswa Sipil (IMS) yang berfungsi dalam pelayanan dan pembinaan warga Departemen Teknik Sipil. IMS merupakan lembaga eksekutif tingkat departemen selain di tingkat teknik juga ada Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Ada 8 bidang di IMS yang memiliki proker-proker guna memenuhi kebutuhan warga Departemen Teknik Sipil, yaitu Kesekretariatan, Kebendaharaan, Pendidikan, Sosial Mahasiswa, Hubungan Masyarakat, Kreasi Mahasiswa, Kemahasiswaan, dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Diantara proker-proker unggulan IMS adalah Seminar Nasional, Malam Keakraban, kunjungan sosial, Civil Nite, Skripsi Award, dan pelepasan sarjana baru. Pengurus IMS tidak lain adalah warga Departemen Teknik Sipil sendiri. Dengan mengikuti organisasi, misalnya IMS, kita dapat meningkatkan softskill yang tidak kita pelajari di kelas tetapi akan sangat dibutuhkan ketika kita telah terjun di dunia kerja.

Mari bergabung bersama Departemen Teknik Sipil, semangat!
Sumber
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
 
Fakultas Teknik Universitas Indonesia
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
:: FORUM INFORMASI PERGURUAN TINGGI SMA NEGERI 1 BLITAR:: :: Sharing Universitas Negeri :: Universitas Indonesia (UI)-
Navigasi: